Sembilan belas juli dua ribu dua belas. Ingatkah kau? Kita setahun sayang.
Manisnya setahun yang menyakitkan, inikah kado anniversary kita? Kau menodainya, ini jawaban dari keraguan ku yang selalu kau tanya. Aku ragu akan kesetiaan mu. Kepercayaan ku sirna sudah.
Kau ingin cinta ku, tapi kau menyakiti ku. Harus berapa banyak air mata ini, supaya kau puas?
Masih kurang penghianatan yang kau beri? Aku menangis menyadari betapa bodohnya aku yang selalu dan selalu mempercayai kata-kata manis mu.
Kenapa harus di hari bahagia ini aku mengetahui kebohongan manis mu? Kenapa kau harus memberi luka?
Kalau kau tak menginginkan aku, pergilah. Tinggakan aku.
Terimakasih untuk air mata pagi ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar