***
"Dimana aku bisa mencari seorang pria sepertimu?"
Seorang pria, sederhana saja. Senyuman yang menyimpan banyak
mistery, tatapannya seperti elang, tajam dan dalam dan gerak-geriknya
memaksa ku untuk tetap mengawasi setiap inci perpindahan tubuhnya.
Lalu semua terjadi begitu saja, kini dia disampingku. Dengan desah
nafasnya, dengan hangat peluknya, dan dengan mesra setiap kata yang
keluar dari bibirnya Pandangan yang menggoda, kerlingan matanya dan
sapaan kecilnya lama-lama berkembang menjadi percakapan menyenangkan.
Perbincangan yang mengalir, seperti curah hujan lembut yang jatuh ke
permukaan bumi. Sederhana sekali, cinta memang selalu menuntut kesederhanaan.
Dia mengajariku banyak hal. Cara tertawa dalam kesedihan, cara menghargai perbedaan dan cara berharap walau itu mustahil.
Aku selalu ingin menjadi bagian disetiap detak jantungnya, disetiap
aliran darahnya, dan disetiap tarikan nafasnya.Tapi apakah inginku akan
menjadi kenyataan? Atau aku yang bermimpi setinggi langit?
Kini,
Entah sudah berapa bulan kau meninggalkanku. Aku tak pernah menghitung,
dan memang tak ingin. Karena itu hanya akan menambah sayatan di hati
kecilku. Masalah demi masalah bermunculan setelah kau pergi, bagai petir ditengah hujan!
Petir yang menggelegar, si mata elang mulai berubah. Seperti memang ada
petir didalam dirinya, tutur kata mu yang selembut hujan kini berubah kasar menyambar batinku. Aku menangis bersama hujan, inilah yang ku maksud hujan pembawa air mata.
Hujan kali ini bersama sore yang dingin, benar-benar mengingatkanku pada rasa kehilangan. Kehilangan yang begitu dalam akan sosok mu yang dulu. Saat
aku berniat untuk mencari, pasti aku akan menemukan. Tapi, bagaimana
aku bisa mencari orang sepertimu? Dimana aku bisa menemukan seseorang
yang mampu berjanji untuk tidak meninggalkanku?
Aku tidak akan mencoba untuk mencari, karena aku yakin tidak akan menemukan. Yang ku inginkan hanya kau! Berbulan-bulan
tidak bertemu, apakah kau merindukan ku? sedalam rinduku padamu? apakah
kau mengingat saat-saat manis kita bersama?
Aku hanya rindu. Itu saja. Sederhana. Rindu memang selalu sederhanakan?
nb. beruBahlah untuk ku, jika mEmang maSih ada cinta.
nb. beruBahlah untuk ku, jika mEmang maSih ada cinta.
Hey! Kau yang jauh disana, aku Berharap kau membaca ini :)
Duri, 19 Juny 2012. Sore hujan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar