Minggu pagi, 24 Maret 2013
Aku tidak berharap menjadi penulis, karena aku bukan penulis. Tapi aku begitu menikmati tulisan ~Putri
Minggu, 24 Maret 2013
After a long time, 23 Maret 2013
Dulu tiap hari bisa ketemu. Tapi sekarang perlu diskusi cukup panjang untuk bisa mengatur jadwal. Tadi itu kurang lama ya :D ♥ -Christin Yolanda
The First
Sabtu, 23 Maret 2013
Sabtu siang ini, seperti berada di surgaaa. Sungguh pertemuan singkat yang benar-benar luar biasa!
Ini pertama kalinya aku melihat mu dengan jarak sedekat ini. Jantung ku tak berhenti bergoncang semakin kuat, tangan ku mendingin, nervous. Ini bukan kali pertama aku bertemu dengan seorang pria, namun bertemu dengan mu adalah hal yang tak biasa. Entah apa yang membuat ku jadi begitu pemalu, aku bahkan tak berani menatap matamu.
Sayang sekali ini terasa terlalu singkat, dibawah atap warung kecil ini yang menjadi saksi bisu pertemuan kita.
Tawa renyah mu bahkan masih terdengar jelas di telingaku. Otakku merekam semua yang terjadi siang ini. Masih ku ingat jelas bagaimana ekspresi mu memetik senar gitar mu di depan sana, bagaimana kita yang berpapasan di kantin dan aku yang salah tingkah melihatmu disana.
Sungguh aku ingin menyapa mu, namun aku malu, sangat maluu.
Bisa ku rasakan kedua pipi ku memerah, seperti tomat.
Dan, tampaknya kita harus lebih sering bertemu, karena aku sudah mulai merindukan mu 'pemetik senar' ku sayang :' :p
The first, miss you Noweel <3
-AMP
Sabtu siang ini, seperti berada di surgaaa. Sungguh pertemuan singkat yang benar-benar luar biasa!
Ini pertama kalinya aku melihat mu dengan jarak sedekat ini. Jantung ku tak berhenti bergoncang semakin kuat, tangan ku mendingin, nervous. Ini bukan kali pertama aku bertemu dengan seorang pria, namun bertemu dengan mu adalah hal yang tak biasa. Entah apa yang membuat ku jadi begitu pemalu, aku bahkan tak berani menatap matamu.
Sayang sekali ini terasa terlalu singkat, dibawah atap warung kecil ini yang menjadi saksi bisu pertemuan kita.
Tawa renyah mu bahkan masih terdengar jelas di telingaku. Otakku merekam semua yang terjadi siang ini. Masih ku ingat jelas bagaimana ekspresi mu memetik senar gitar mu di depan sana, bagaimana kita yang berpapasan di kantin dan aku yang salah tingkah melihatmu disana.
Sungguh aku ingin menyapa mu, namun aku malu, sangat maluu.
Bisa ku rasakan kedua pipi ku memerah, seperti tomat.
Dan, tampaknya kita harus lebih sering bertemu, karena aku sudah mulai merindukan mu 'pemetik senar' ku sayang :' :p
The first, miss you Noweel <3
-AMP
I am Move On
Jangan ajak aku terjerembab lagi ke lubang dalam yang selama ini susah payah ku timbun. Jangan bawa aku kembali ke lingkaran kenangan indah yang penuh dengan bercak air mata, luka dan kekecewaan. Begitu panjang perjalanan ku, aku terjatuh bahkan terkadang tak sanggup untuk melanjutkan perjalanan ku. Perjalanan meninggalkan kenangan indah yang pada akhirnya menusukku.
Waktu berjalan begitu express ketika berada di momen bahagia, dan berubah begitu lambat ketika kebahagiaan itu berujung duka yang teramat menyesakkan.
Sebenarnya, hidup memang tak pernah menjanjikan kebahagiaan abadi, duka dan luka akan selalu bergantian datang mengunjungi seperti yang terjadi sekarang. Namun kini aku sudah menjadi lebih tegar dari sebelumnya. Aku mampu berjalan tanpa dihantui sakitnya duka lalu.
Maka jangan hentikan aku, biarkan aku terus berjalan. Aku telah berusaha sangat keras untuk bisa berjalan sejauh ini. Aku telah mengorbankan hati dan air mata untuk beranjak dari masa lalu. Jangan salahkan aku. Aku lelah selalu menjadi yang "disalahkan". Aku hanya berusaha kembali "hidup", aku muak jika harus selalu menangisi sesuatu yang yanya bisa "menyia-nyiakan" aku.
Biarkanlah aku pergi, jangan panggil aku untuk kembali mengingat kenangan, hal itu hanya akan kembali membunuh ku secara perlahan.
Hidup ini masih panjang walaupun kita tak pernah tau sampai kapan akan terus bernafas. Tapi satu hal yang pasti, waktu tak pernah menunggu.
Kini, aku telah bahagia bersama si "pemetik senar", begitu besar harapan ku agar kebahagiaan ini tak melulu berakhir dengan air mata. Semoga segala sesuatunya berjalan dengan baik, sebaik percakapan ku dengan Tuhan di malam hari.
Semoga semuanya berjalan lancar, selancar bibir ku yang selalu memohon kekuatan dari yang Maha Agung.
Dan setelah semua yang kita lalui di masa lalu, berjanjilah untuk terus maju. Masa depan menunggu mu.
Tinggalkan luka dan penyesalan mu sebagaimana aku yang telah "move on".
Kita kini berjalan di alur masing-masing.
Kita punya takdir sendiri.
Usaha dan doa-lah yang akan membawa kita ke masa depan.
Keep praying and move on, future is waiting for you my ex-boy.
-PutriH
Waktu berjalan begitu express ketika berada di momen bahagia, dan berubah begitu lambat ketika kebahagiaan itu berujung duka yang teramat menyesakkan.
Sebenarnya, hidup memang tak pernah menjanjikan kebahagiaan abadi, duka dan luka akan selalu bergantian datang mengunjungi seperti yang terjadi sekarang. Namun kini aku sudah menjadi lebih tegar dari sebelumnya. Aku mampu berjalan tanpa dihantui sakitnya duka lalu.
Maka jangan hentikan aku, biarkan aku terus berjalan. Aku telah berusaha sangat keras untuk bisa berjalan sejauh ini. Aku telah mengorbankan hati dan air mata untuk beranjak dari masa lalu. Jangan salahkan aku. Aku lelah selalu menjadi yang "disalahkan". Aku hanya berusaha kembali "hidup", aku muak jika harus selalu menangisi sesuatu yang yanya bisa "menyia-nyiakan" aku.
Biarkanlah aku pergi, jangan panggil aku untuk kembali mengingat kenangan, hal itu hanya akan kembali membunuh ku secara perlahan.
Hidup ini masih panjang walaupun kita tak pernah tau sampai kapan akan terus bernafas. Tapi satu hal yang pasti, waktu tak pernah menunggu.
Kini, aku telah bahagia bersama si "pemetik senar", begitu besar harapan ku agar kebahagiaan ini tak melulu berakhir dengan air mata. Semoga segala sesuatunya berjalan dengan baik, sebaik percakapan ku dengan Tuhan di malam hari.
Semoga semuanya berjalan lancar, selancar bibir ku yang selalu memohon kekuatan dari yang Maha Agung.
Dan setelah semua yang kita lalui di masa lalu, berjanjilah untuk terus maju. Masa depan menunggu mu.
Tinggalkan luka dan penyesalan mu sebagaimana aku yang telah "move on".
Kita kini berjalan di alur masing-masing.
Kita punya takdir sendiri.
Usaha dan doa-lah yang akan membawa kita ke masa depan.
Keep praying and move on, future is waiting for you my ex-boy.
-PutriH
Salahkah bila aku 'jatuh hati'?
Salahkah bila aku jatuh hati?
Tuhan, bila aku jatuh cinta, apakah itu salah?
Aku tak pernah bermaksud melukai perasaan siapapun, aku tak pernah bermaksud ingin menoreh luka dihatinya. Aku sadar, aku tak pernah bisa memberinya kebahagiaan.. Aku tak pernah bisa mencintainya seperti tulusnya dia yang selalu ada disini, di sisi ku. Aku bukan bermaksud menyia-nyiakan perasaan nya yang begitu tulus. Tapi entah kenapa, aku sudah merasa cukup menyayanginya bukan untuk mencintainya. Apakah aku salah jika aku tak bisa mencintainya dan malah mencintai orang lain? Salah ku-kah ini?
Berhenti menyalahkan ku, ini bukan kemauan ku, tapi hatiku. Tak pernah ter-rencanakan oleh ku untuk mencintai orang lain. Semua terjadi begitu saja, percakapan pendek kami, perkenalan singkat kami, semuanya diam-diam menumbuhkan rasa di hatiku. Aku tak bermaksud mengkhianati siapapun, aku hanya ingin jujur dengan perasaan ini. Bila memang kejujuran terlalu sakit untuk diungkapkan, apakah aku harus terus berbohong? Sampai kapan aku berdiam? Bukankah lebih sakit jika aku berbohong? Bukankah lebih baik jika aku jujur? Aku mencintai orang lain.
Bunuhlah aku dengan rasa sakit yang telah ku toreh kan disana, dihati mu. Lupakan aku seperti yang kamu katakan "hidup mu ya hidupmu, jangan campuri hidup ku lagi"
Aku sadar, kata MAAF pun takkan pernah cukup untuk memperbaiki semuanya. Dari awal sudah sering ku katakan, aku bukan yang 'terbaik' untuk mu. Aku yakin diluar sana ada seseorang yang sedang menunggu kesetiaan mu, menunggu cinta mu.
Pergilah, teruslah berjalan. Jangan pernah menoleh ke belakang lagi. Kebahagiaan menunggu mu di depan.
Senin pagi, 25 Maret 2013
-PutriH
Tuhan, bila aku jatuh cinta, apakah itu salah?
Aku tak pernah bermaksud melukai perasaan siapapun, aku tak pernah bermaksud ingin menoreh luka dihatinya. Aku sadar, aku tak pernah bisa memberinya kebahagiaan.. Aku tak pernah bisa mencintainya seperti tulusnya dia yang selalu ada disini, di sisi ku. Aku bukan bermaksud menyia-nyiakan perasaan nya yang begitu tulus. Tapi entah kenapa, aku sudah merasa cukup menyayanginya bukan untuk mencintainya. Apakah aku salah jika aku tak bisa mencintainya dan malah mencintai orang lain? Salah ku-kah ini?
Berhenti menyalahkan ku, ini bukan kemauan ku, tapi hatiku. Tak pernah ter-rencanakan oleh ku untuk mencintai orang lain. Semua terjadi begitu saja, percakapan pendek kami, perkenalan singkat kami, semuanya diam-diam menumbuhkan rasa di hatiku. Aku tak bermaksud mengkhianati siapapun, aku hanya ingin jujur dengan perasaan ini. Bila memang kejujuran terlalu sakit untuk diungkapkan, apakah aku harus terus berbohong? Sampai kapan aku berdiam? Bukankah lebih sakit jika aku berbohong? Bukankah lebih baik jika aku jujur? Aku mencintai orang lain.
Bunuhlah aku dengan rasa sakit yang telah ku toreh kan disana, dihati mu. Lupakan aku seperti yang kamu katakan "hidup mu ya hidupmu, jangan campuri hidup ku lagi"
Aku sadar, kata MAAF pun takkan pernah cukup untuk memperbaiki semuanya. Dari awal sudah sering ku katakan, aku bukan yang 'terbaik' untuk mu. Aku yakin diluar sana ada seseorang yang sedang menunggu kesetiaan mu, menunggu cinta mu.
Pergilah, teruslah berjalan. Jangan pernah menoleh ke belakang lagi. Kebahagiaan menunggu mu di depan.
Senin pagi, 25 Maret 2013
-PutriH
Langganan:
Postingan (Atom)

