Rabu, 18 Juli 2012

Aku Pernah..

Aku pernah setia, tapi diduakan
Aku pernah percaya, tapi dikhianati
Aku pernah mencintai, tapi disakiti
Aku pernah memiliki, tapi akhirnya kehilangan
Aku pernah jujur, tapi dibohongi
Aku pernah berharap, tapi harapan itu disia-siakan

Aku pernah setia padamu, tapi akhirnya kau menduakan aku di sana.
Aku pernah percaya padamu, tapi kau berulang kali mengkhianati aku.
Aku pernah mencintaimu dengan sangat, tapi kau menyakiti ku.
Aku pernah memiliki mu seutuhnya dulu, tapi akhirnya aku kehilangan separuh jiwa mu.
Aku pernah jujur padamu, tapi kau selalu membohongi ku dengan kata-kata manis mu.
Dan terakhir aku bukan hanya pernah tapi selalu berharap untuk KITA, tapi kau selalu menyianyiakan harapan ku.

Apa mau mu? Katakan. Agar aku mengerti.
Jika aku jenuh dengan semua ini, suatu saat aku akan benar-benar pergi. 
Aku bukan boneka, aku bukan untuk disakiti.

*besutty

Manisnya Setahun yg Menyakitkan

Sembilan belas juli dua ribu dua belas. Ingatkah kau? Kita setahun sayang. 
Manisnya setahun yang menyakitkan, inikah kado anniversary kita? Kau menodainya, ini jawaban dari keraguan ku yang selalu kau tanya. Aku ragu akan kesetiaan mu. Kepercayaan ku sirna sudah.
Kau ingin cinta ku, tapi kau menyakiti ku. Harus berapa banyak air mata ini, supaya kau puas?
Masih kurang penghianatan yang kau beri? Aku menangis menyadari betapa bodohnya aku yang selalu dan selalu mempercayai kata-kata manis mu.
Kenapa harus di hari bahagia ini aku mengetahui kebohongan manis mu? Kenapa kau harus memberi luka? 
Kalau kau tak menginginkan aku, pergilah. Tinggakan aku.


Terimakasih untuk air mata pagi ini. 

Jumat, 06 Juli 2012

Hujan

Hujan buatku adalah penenang dalam kerinduan, pembawa air mata dan pengingat rasa kehilangan. Selalu saja, sesuatu yang harus dilupakan adalah justru sesuatu yang tersimpan begitu dalam, kenangan.



***

"Dimana aku bisa mencari seorang pria sepertimu?"

Seorang pria, sederhana saja. Senyuman yang menyimpan banyak mistery, tatapannya seperti elang, tajam dan dalam dan gerak-geriknya memaksa ku untuk tetap mengawasi setiap inci perpindahan tubuhnya. 

Lalu semua terjadi begitu saja, kini dia disampingku. Dengan desah nafasnya, dengan hangat peluknya, dan dengan mesra setiap kata yang keluar dari bibirnya Pandangan yang menggoda, kerlingan matanya dan sapaan kecilnya lama-lama berkembang  menjadi percakapan menyenangkan. Perbincangan yang mengalir, seperti curah hujan lembut yang jatuh ke permukaan bumi. Sederhana sekali, cinta memang selalu menuntut kesederhanaan.

Dia mengajariku banyak hal. Cara tertawa dalam kesedihan, cara menghargai perbedaan dan cara berharap walau itu mustahil.

Aku selalu ingin menjadi bagian disetiap detak jantungnya, disetiap aliran darahnya, dan disetiap tarikan nafasnya.Tapi apakah inginku akan menjadi kenyataan? Atau aku yang bermimpi setinggi langit?

Kini,
Entah sudah berapa bulan kau meninggalkanku. Aku tak pernah menghitung, dan memang tak ingin. Karena itu hanya akan menambah sayatan di hati kecilku. Masalah demi masalah bermunculan setelah kau pergi, bagai petir ditengah hujan! 
Petir yang menggelegar, si mata elang mulai berubah. Seperti memang ada petir didalam dirinya, tutur kata mu yang selembut hujan kini berubah kasar menyambar batinku. Aku menangis bersama hujan, inilah yang ku maksud hujan pembawa air mata.

Hujan kali ini bersama sore yang dingin, benar-benar mengingatkanku pada rasa kehilangan. Kehilangan yang begitu dalam akan sosok mu yang dulu. Saat aku berniat untuk mencari, pasti aku akan menemukan. Tapi, bagaimana aku bisa mencari orang sepertimu? Dimana aku bisa menemukan seseorang yang mampu berjanji untuk tidak meninggalkanku?

Aku tidak akan mencoba untuk mencari, karena aku yakin tidak akan menemukan. Yang ku inginkan hanya kau! Berbulan-bulan tidak bertemu, apakah kau merindukan ku? sedalam rinduku padamu? apakah kau mengingat saat-saat manis kita bersama? 
Aku hanya rindu. Itu saja. Sederhana. Rindu memang selalu sederhanakan?

nb. beruBahlah untuk ku, jika mEmang maSih ada cinta.

Hey! Kau yang jauh disana, aku Berharap kau membaca ini :) 

Duri, 19 Juny 2012. Sore hujan.