Minggu, 10 Agustus 2014

Bayang Hitam Yang Tertinggal

Aku bukan tipe orang yg  bisa dengan mudah mengutarakan dukaku.
Aku juga bukan tipe orang yg senang memendamnya sendiri.
Air mata adalah sahabat terbaikku berbagi suka terutama duka, dialah saksi bisu yg tak pernah membongkar lemahku kepada orang lain.
Menangis bukan berarti lemah, menagis adalah cara terbaik menguap sakit yg tertahan dihati.

Halo sayang..
Ini aku dengan sakitku.
Ini aku dengan segala kekuranganku yg selalu menjadi penyebab marahmu.
Ini aku yg selalu menunggu mu dengan kalap.

Telah ku lihat kamu disana, ditengah canda tawamu.
Betapa bahagianya dirimu, aku tentu jg ikut merasa bahagia.
Namun perlahan tapi pasti aku mulai merasa berada jauh dibelakangmu.
Aku seperti bayangan hitam yg hanya mengikutimu dalam diam.
Hingga aku sering menangis menyadari betapa aku mengasihani diriku sendiri.
Kamu sering bercerita betapa bahagianya kamu dan aku hanya tersenyum menahan sakit.

Aku egois menenginginkan mu selalu disisi ku tapi bukan berarti aku ingin merebut kebahagianmu.
Tertawalah bersama mereka sepuas hatimu tapi aku mohon jangan kamu larut dalam senangmu hingga kamu tak menyadari,
bahwa aku tertinggal dibelakang.

kembali untuk kembali.

Entah sudah berapa lama ku tinggalkan halaman ini.
Ku pikir aku kuat menghadapi semuanya.
Ku pikir aku sudah siap untuk tidak menulis lagi,
tapi aku salah.