Aku hanya wanita biasa yang mencoba mencari yang paling tepat
Aku hanya ingin menikmati rasa
Ini bukan keinginan ku
Semuanya terjadi begitu saja ketika aku dan dia diuji Tuhan
Ketika aku belajar memahami dirimu dan dirinya
memahami cinta kita
Namun mereka datang, masa lalu dan rasa yang telah lama hilang itu sedikit demi sedikit,
Semuanya terjadi begitu saja ketika aku dan dia diuji Tuhan
Ketika aku belajar memahami dirimu dan dirinya
memahami cinta kita
Namun mereka datang, masa lalu dan rasa yang telah lama hilang itu sedikit demi sedikit,
lama-lama menjadi bukit seperti semula.
.....
Tak ku sangka, pertemuan terakhir itu adalah awal cobaan, adalah awal di mana cinta masa lalu ku mulai membentuk bukit.
.....
Tak ku sangka, pertemuan terakhir itu adalah awal cobaan, adalah awal di mana cinta masa lalu ku mulai membentuk bukit.
Bukit yang bahkan tak dapat ku goyahkan, bukit yang tercipta tanpa keinginan dan kemauan ku. Rasa itu datang.
Bukan salahku, bukan keinginan ku. Keadaan yang sulit ini membuat ku goyah akan cintaku.
Aku tau rasa ini tak pantas, rasa ini tak seharusnya ada. Karena aku tau, aku masih milikmu, dan kau masih milikku.
Tapi apa daya ku? Mereka datang saat aku membutuhkan sandaran, hanya saja saat itu tak tepat.
......
Semakin berat saja pundakku, aku ingin bertemu dengan mu. Aku ingin kau memelukku.
Aku ingin kau mengerti, air mata ini sungguh menyiksa. Aku ingin kau tau, aku terhimpit.
Terhimpit diantara rasa cinta dan rinduku padamu!
Kau berkata "Tuhan takkan beri cobaan melebihi kemampuan kita sayang".
Kau benar, tapi tampaknya Tuhan memberiku pilihan. Pilihan yang bagiku sama sekali tak membantu. Aku tau kau kecewa. Aku tau kau tersayat sayang..
Tapi cobalah mengerti, cobalah untuk kali ini saja. Hanya jangan pernah lupakan cinta ku.
.....
Mereka yang datang dari masa lalu adalah seperti hujan dan awan. Sedangkan kau bagai pelangi. Dia si hujan, dia yang datang saat air mataku mengalir. Dia si hujan, yang menangis ketika aku menangis.
Tapi ketika aku tersenyum, dia telah menghilang. Hujan itu berhenti, hujan itu tak lagi bersamaku. Dia telah menghujani orang lain, tersenyum dengan orang lain.
Sayang sekali dia tak ada, sejujurnya aku ingin berbagi senyum ini sebagai tanda terimakasih ku.
.....
Mereka yang datang dari masa lalu adalah seperti hujan dan awan. Sedangkan kau bagai pelangi. Dia si hujan, dia yang datang saat air mataku mengalir. Dia si hujan, yang menangis ketika aku menangis.
Tapi ketika aku tersenyum, dia telah menghilang. Hujan itu berhenti, hujan itu tak lagi bersamaku. Dia telah menghujani orang lain, tersenyum dengan orang lain.
Sayang sekali dia tak ada, sejujurnya aku ingin berbagi senyum ini sebagai tanda terimakasih ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar