Sabtu, 03 Desember 2011

Disini Aku Mencintaimu

Disini aku mencintai mu 
Didalam hutan kayu pinus, angin berhembus dengan sendirinya. 
Bulan bersinar seperti phospor pada air pengembara. 
Berhari-hari semua yang sejenis, berlari saling berkejaran. 
Salju terbuka dalam figur-figur tarian. 
Burung camar keperakan menukik dari barat, kadang-kadang kapal, tinggi, bintang-bintang yang tinggi. 
Terkadang aku bangun pagi dan jiwaku pun basah. 
Jauh sekali laut berbunyi dan bergema, ini adalah pelabuhan. 
Disini aku mencintai mu. 

Disini aku mencintai mu dan horison menyembunyikan mu dalam kesirnaan. 
Aku masih mencintai mu diantara semua yang dingin ini. 
Kadang ciuman-ciuman ku pergi bersama kapal-kapal itu. 
Menyeberangi lautan tidak menuju ke suatu arah. 
Aku melihat diriku terlupakan seperti jangkar-jangkar tua itu. 
Dermaga-dermaga membuat sedih ketika senja bertambat disitu. 
Hidupku berjalan dengan keletihan, lapar tanpa ada tujuan. 


Aku mencintai apa yang tak aku miliki; 
Kau terlalu jauh. 
Bebanku dihindarkan dengan sinar yang redup. 
Tetapi malam datang dan bernyanyi untuk ku. 
Bintang-bintang terbesar melihat padaku dengan kedua matamu. 
Dan sewaktu aku mencintaimu, kayu-kayu pinus diantara angin. 
Ingin menyanyikan nama-nama mu dengan daun-daunnya yang terhubung dengannya.

~puisi Soneta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar